Kali ini kami bertemu kembali dengan Pejuang Keluarga. Di usianya yang telah menginjak 70 tahun, Mbah Roji masih berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mbah Roji ini berjualan siomay setiap hari.

Menu siomay yang dijual hanya ada tiga macam yaitu siomay, tahu dan kubis. Harganya juga termasuk murah untuk ukuran siomay yang agak besar yaitu Rp. 1.000/buahnya. Rasa siomay juga enak, apalagi bumbu kacangnya yang cukup pedas.

Mbah Roji

Kami bertemu dengan Mbah Roji ketika beliau baru mulai berjualan yaitu di depan pom bensin Berkoh. Mbah Roji berangkat dari rumahnya di daerah Posis sekitar pukul 12.00 WIB untuk berjualan di daerah Margono. Sehabis dari Margono Mbah Roji kembali berkeliling, kadang sampai Jalan HOS Notosuwiryo dan Jalan DI Panjaitan sampai dengan pukul 18.00 WIB.

Untuk berkomunikasi dengan Mbah Roji, kita harus berada dekat dengan telinganya, karena pendengarannya sudah berkurang.

Siomay Mbah Roji
Gerobak Siomay Mbah Roji

Ketika kami bertanya lebih detail lokasi berjualannya, beliau tidak bisa menjelaskan secara jelas dimana tempatnya. Akhirnya dari pom bensin Berkoh sampai dengan Margono, kami ikuti dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Rumah Sakit Margono. Dikarenakan usia yang sudah cukup tua ini Mbah Roji berjalannya sangat pelan sekali dan terkadang jika bertemu di sore atau malam hari, beliau hanya nyeker (tanpa menggunakan sepatu).

Mbah Roji Sedang Mendorong Gerobak Siomaynya

Lokasi berjualannya di pintu Rumah Sakit Margono sebelah selatan, kiri jalan dari arah air mancur, sebelum bundaran patung kuda.

Monggo yang melawati daerah Margono dan sekitarnya mampir di Siomay Mbah Roji 🙂

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.